Istrinya meninggal karena tak sempat mendapat pertolongan dokter. Ia menghabiskan 22 tahun menembus gunung dengan palu dan pahat agar tak ada keluarga lain mengalami nasib yang sama

Por Andrea Araya Moya
7 October, 2026

Banyak orang mengira ia gila saat melihatnya menghadapi gunung dengan tangan kosong. Namun, Dashrath Manjhi punya alasan yang jauh lebih kuat daripada ejekan orang-orang untuk terus berjuang 🥹

Pada 1959, pekerja sederhana dari desa Gehlaur, India, kehilangan istrinya, Falguni Devi, setelah sang istri mengalami luka serius saat menyeberangi bukit. Desa itu praktis terisolasi, dan dokter terdekat berada puluhan kilometer jauhnya, sehingga ia tidak mendapat pertolongan medis tepat waktu.

Hancur oleh kematian istrinya, Dashrath memutuskan untuk melakukan sesuatu agar keluarga lain tidak mengalami penderitaan yang sama. Pada 1960, ia mulai membuat jalan menembus gunung, hanya dengan menggunakan perkakas tangan. Ia tidak memiliki mesin maupun sumber daya untuk proyek konstruksi sebesar itu, tetapi ia terus bekerja selama 22 tahun.

Pada 1982, ia berhasil menyelesaikan jalan setapak sekitar 110 meter panjangnya dan 9 meter lebarnya, yang memangkas jarak antara dua kota dari 55 menjadi 15 kilometer. Berkat upayanya, ribuan orang dapat mengakses rumah sakit, sekolah, dan pasar dengan lebih mudah.

Dashrath mengatakan bahwa cintanya kepada istrinya mendorongnya untuk memulai, tetapi kemudian ia terus bekerja dengan memikirkan semua warga desanya. Falguni tak pernah sempat melewati jalan itu, tetapi pria yang kemudian dikenal sebagai “Manusia Gunung” memungkinkan ribuan orang untuk melakukannya ❤️

Puede interesarte