Sebelum penghargaan Ballon d’Or, sebelum rekor-rekor, ada seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang meninggalkan Madeira sendirian, tanpa keluarganya, untuk mengejar sesuatu yang tampak mustahil. 🥹
Cristiano Ronaldo menutup kisahnya bersama tim nasional Portugal kemarin pada usia 41 tahun, tetapi di balik pesepak bola itu ada kehidupan yang sangat sedikit orang ketahui.
Ia berbagi kamar dengan semua saudara kandungnya dan, pada usia 12 tahun, meninggalkan pulaunya untuk pergi sendirian ke kota lain demi mengejar mimpinya

Ibunya sempat berpikir untuk tidak melahirkannya karena kekurangan uang.

Ia mengetahui kematian ayahnya di tengah pertandingan.

Ia tidak minum alkohol karena apa yang ia alami bersama ayahnya.

Dan meski begitu, ia berhasil melepaskan saudaranya dari narkoba.

Ia memberikan sebuah rumah kepada teman masa kecil yang memberinya assist kunci dalam sebuah pertandingan.

Ia melakukan perjalanan jauh ke Indonesia untuk menemui seorang anak laki-laki yang selamat dari tsunami 2004 dengan menggunakan kausnya.

Ia tidak memiliki tato hanya agar bisa mendonorkan darah.

Ia peduli dan menjaga keluarganya.

Anda boleh membenci pemainnya, tetapi jauh lebih sulit untuk membenci sosok di balik jersey nomor 7. ❤️ Menurut Anda bagaimana?
