Seorang psikolog dari Cornell University mengidentifikasi 12 pola pikir yang mengubah kecemburuan menjadi sesuatu yang destruktif — dan daftar itu mencakup hal-hal yang banyak orang lakukan tanpa menyadarinya 🧠. Beberapa di antaranya adalah: membaca pikiran (“Dia pikir dia seksi”), meramal masa depan (“Dia akan tidak setia”), atau mengkatastrofisasi (“Akan sangat buruk jika pasangan saya selingkuh”) adalah beberapa dari pikiran tersebut.

Di pihak mereka yang membelanya: “Merasa cemburu itu manusiawi; itu berarti kamu peduli akan kehilangan apa yang kamu cintai.” Di sisi sebaliknya: “Kecemburuan tidak melindungi hubungan, itu mencekiknya — dan di baliknya selalu ada harga diri yang rendah atau ketakutan akan ditinggalkan”, kata psikolog Gabriela Martínez Castro, dari CEETA di Argentina. Hal yang menarik: studi yang sama mengungkapkan bahwa kecemburuan tidak lebih intens di awal cinta, melainkan tumbuh seiring waktu, ketika kamu telah menyerahkan diri lebih sepenuhnya. 😮
Apakah kamu menganggapnya sebagai tanda cinta atau masalah yang perlu diatasi?
