Jurnalis itu baru saja menanyainya tentang pengalaman traumatis di masa mudanya ketika Chrissie Hynde mengatakan sesuatu yang kemudian memicu perdebatan sengit.
Pada 2015, saat mempromosikan memoarnya Reckless, vokalis The Pretenders itu mengatakan bahwa pada usia 21 tahun ia mengalami kekerasan seksual setelah menemani seorang anggota geng motor ke sebuah rumah kosong.

Yang tidak terduga adalah Hynde mengatakan bahwa ia mengambil “tanggung jawab penuh” atas tindakannya menempatkan dirinya sendiri, dalam kata-katanya, dalam situasi berbahaya. Ia juga menyarankan agar perempuan mempertimbangkan cara mereka berpakaian, seberapa banyak mereka minum, atau bahkan apakah mereka memakai sepatu hak tinggi saat pergi keluar.
Pernyataannya dengan cepat ditentang oleh organisasi-organisasi yang mendukung para penyintas, yang menunjukkan bahwa pakaian, perilaku, ataupun konsumsi alkohol tidak membuat korban bertanggung jawab atas kekerasan seksual.
Beberapa minggu kemudian, Hynde menjelaskan bahwa ia berbicara berdasarkan pengalamannya sendiri dan menyangkal bahwa ia bermaksud mengatakan seorang perempuan “meminta” untuk diserang. Namun, perdebatan telanjur berlangsung, dan kata-katanya akhirnya menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam kariernya.
