Pada malam 31 Oktober 1993, Joaquin Phoenix menelepon layanan darurat saat saudaranya, River, kejang-kejang. Itu bukan adegan yang sudah ditulis: seseorang membutuhkan bantuan, dan ia meminta agar bantuan datang.

Pada 18 Februari 2024, Cuatro mengulas kembali peristiwa itu dan melaporkan bahwa program Cuarto Milenio telah memutar ulang sebagian rekaman tersebut. Lebih dari tiga puluh tahun kemudian, rekaman itu kembali mengarahkan perhatian pada sebuah momen pribadi, tanpa mengubahnya menjadi adegan film.
Menurut artikel yang sama, Joaquin menelepon saat River mengalami keadaan darurat yang berujung pada kematiannya. Cuatro mengaitkan kematiannya dengan overdosis. Fakta-fakta ini begitu gamblang, tetapi di baliknya ada sesuatu yang sederhana dan sulit dihadapi: dua bersaudara dan sebuah momen ketika satu-satunya hal yang bisa dilakukan salah satu dari mereka hanyalah meminta bantuan.

Di Cuarto Milenio, Carmen Porter mengomentari peristiwa itu. Program tersebut memutar ulang sebagian rekaman panggilan itu, bukan adegan film: rekaman keadaan darurat saat Joaquin meminta bantuan untuk River. Joaquin adalah seorang aktor, tetapi hari itu kisahnya bukan tentang sebuah peran; kisahnya tentang seorang saudara yang melakukan semampunya dalam situasi yang tak bisa ia tangani sendirian.

River meninggal malam itu; tak ada kata-kata yang dapat mengurangi rasa sakit kehilangan itu. Panggilan tersebut tidak mengubah akhir kisahnya, tetapi mengabadikan tindakan yang terjadi sebelum siapa pun menceritakan apa yang terjadi: Joaquin meminta bantuan untuk saudaranya. Terkadang, keberanian dimulai seperti ini: ketika kita tak bisa mengubah apa yang sedang terjadi, kita melakukan apa yang perlu dilakukan demi seseorang yang kita cintai.
