Amsterdam, Maret 1969. John Lennon dan Yoko Ono baru saja menikah dan memutuskan untuk mengubah bulan madu mereka menjadi sebuah tindakan politik: mereka akan tetap berada di tempat tidur di Hilton selama seminggu, menerima jurnalis dari seluruh dunia untuk berbicara tentang perdamaian di tengah Perang Vietnam.
Namun bahkan protes yang paling ikonik pun memiliki jeda domestik. Dalam gambar ini, keduanya menunggu dengan sabar sementara seorang pelayan kamar merapikan tempat tidur sebelum melanjutkan pesan mereka melawan sistem. Di belakang mereka, tanda-tanda “Stay in bed” dan “Grow your hair” merangkum filosofi pasifis mereka.

Beberapa bulan kemudian mereka mengulangi protes itu di Montreal, tempat mereka merekam “Give Peace a Chance”. Sebuah bentuk aktivisme yang sesederhana sekaligus seefektif itu: menggunakan ketenaran untuk menanamkan sebuah gagasan 🕊️
