Kadal “lesbian”: Mereka berevolusi untuk hidup tanpa jantan, mengkloning diri sendiri, dan kawin satu sama lain

Por Krishna Medina
25 August, 2026

Di gurun-gurun Meksiko dan Amerika Serikat bagian barat daya, hidup seekor kadal yang melanggar aturan reproduksi.

Aspidoscelis, yang dikenal sebagai kadal cambuk, membentuk spesies yang seluruhnya terdiri dari betina. Tidak ada satu pun jantan di seluruh populasi, namun mereka telah berhasil bereproduksi selama beberapa generasi.
Telur mereka berkembang melalui partenogenesis, yang berarti mereka mengkloning diri sendiri tanpa memerlukan pembuahan dalam bentuk apa pun.

Namun, betina-betina ini tidak begitu saja muncul suatu hari dan memutuskan untuk hidup tanpa jantan. Kisahnya bermula dari sesuatu yang jauh lebih aneh: persilangan antarspesies kadal yang bereproduksi secara seksual. Pencampuran genom mereka melahirkan garis keturunan yang seluruhnya betina.

Namun ada satu detail yang bahkan mengejutkan para ahli biologi: meskipun tidak ada satu pun jantan, kadal-kadal ini perlu menaiki satu sama lain untuk memicu ovulasi. Satu betina berperan sebagai jantan, betina lainnya menjadi bunting, dan dengan demikian spesies ini terus berlanjut dari generasi ke generasi. Para ilmuwan meyakini perilaku ini merupakan warisan langsung dari nenek moyang mereka yang bereproduksi secara seksual seperti biasa.

Dan mereka bukan satu-satunya yang menemukan cara untuk menghasilkan keturunan tanpa jantan. Partenogenesis juga telah diamati pada reptil lain, seperti tokek, ular, dan bahkan komodo.

Puede interesarte