“Kalau harus dijelaskan sebelumnya, berarti ada yang salah”: komentar beberapa pengguna.
Sebelum pertandingan divisi keenam di Argentinos Juniors dimulai, kapten tim mendekati para wasit dan memberikan klarifikasi yang tidak diduga siapa pun: rekan-rekannya yang mengenakan nomor 5 dan 1 dipanggil “hitam” di dalam skuad, dan ia ingin menghindari kesalahpahaman.

Wasit langsung merespons: “Sangat hati-hati soal rasa hormat.”
Bagi banyak orang, gestur itu memang persis seperti itu: rasa hormat. Sebuah peringatan jujur agar para pemain di tim lawan — beberapa di antaranya keturunan Afro — tidak menafsirkan istilah itu sebagai penghinaan.
Bagi yang lain, niat tidak mengubah apa pun: jika sebuah kata bisa terdengar menyinggung dalam konteks itu, solusinya bukan memperingatkan orang, melainkan tidak menggunakannya.

Apakah sang kapten melakukan hal yang benar dengan menjelaskannya, atau apakah fakta bahwa itu harus dijelaskan sudah mengatakan segalanya?
