Harry Brown berusia 21 tahun, bekerja di Sainsbury’s di Surrey, Inggris, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya terhubung ke internet. Ia tak pernah membayangkan kebiasaan itu akan menjadikannya sosok kunci dalam memecahkan kasus orang hilang yang terjadi 5,000 mil jauhnya.

Semuanya bermula ketika Gary dan Kim Forester, kakek-nenek dari Yvette Henley kecil, mengetahui bahwa Brown berteman di Facebook dengan Virgil Henley, ayah gadis itu. Kakek-nenek tersebut telah memperoleh hak asuh pada 20 Juni, setelah pengadilan memutuskan bahwa Yvette mengalami “gangguan emosional” dan berada dalam bahaya. Namun Henley menghilang bersamanya, dan polisi membuka kasus penculikan anak.

Selama dua hari, Brown berbicara dengan Henley di Facebook dan, dengan dalih mengirimkan pizza kepadanya, berhasil membuatnya membagikan lokasi persisnya, sebuah motel di Kingman, Arizona, termasuk nomor kamarnya. Alih-alih makanan, polisi yang datang. Yvette diserahkan kepada kakek-neneknya di California, tempat ia tinggal sekarang. “Saya menangis begitu banyak saat melihat foto-fotonya bersama kakek-neneknya”, kata Brown.

