KESEHATANNYA MEMBURUK HINGGA MERENGGUT NYAWANYA PADA USIA 38 TAHUN. DAN IA MENINGGALKAN SEBUAH LAGU YANG TAK AKAN PERNAH DILUPAKAN DUNIA 🌈

Por Matías Mora
19 August, 2026

Saat itu pukul tiga pagi ketika telepon berdering di sebuah studio rekaman di Hawaii. Di ujung telepon, Israel Kamakawiwoʻole meminta bantuan sederhana: ia ingin merekam sebuah ide sebelum ide itu lenyap.

Insinyur rekaman Milan Bertosa memberinya waktu lima belas menit untuk sampai ke sana. Israel tiba hanya dengan membawa apa yang ia perlukan: suaranya dan sebuah ukulele.

Tidak ada latihan atau pengambilan ulang. Ia membawakan versinya dari “Over the Rainbow”, dipadukan dengan “What a Wonderful World”, dua lagu yang tidak ia tulis, tetapi sepenuhnya ia jadikan miliknya sendiri. Bertosa kelak mengenangnya sebagai sosok yang manis, sopan, dan baik. Dan mungkin sebagian dari keajaiban rekaman itu justru terletak di sana: dalam suara yang mampu menyampaikan kehangatan dengan kesederhanaan luar biasa.

Rekaman itu tetap tersimpan selama lima tahun. Tidak ada yang buru-buru merilisnya. Baru pada 1993 produser Jon de Mello menyelamatkan rekaman itu untuk memasukkannya ke dalam Facing Future.

Lagu itu perlahan menemukan jalannya, hampir dalam keheningan, hingga terdengar di film-film, serial TV, dan stasiun radio di separuh dunia. Dalam rekaman itu, bahkan napasnya terdengar di latar belakang. Tidak lebih dari itu: seorang pria, ukulelenya, dan udara yang keluar-masuk paru-parunya.

Selama bertahun-tahun, paru-paru yang sama itu semakin terganggu. Israel hidup dengan obesitas parah yang menyebabkan masalah pernapasan yang kian serius yang semakin parah, hingga ia meninggal pada 1997, pada usia 38 tahun.

Israel Kamakawiwo’ole

Ia tak pernah sempat melihat apa yang akan dipicu oleh suaranya di seluruh dunia. Ia tak pernah tahu bahwa, beberapa dekade kemudian, rekaman itu akan dimasukkan ke National Recording Registry milik Library of Congress.

Namun, lagu itu terus diputar. Dan hingga kini masih diputar.

Israel meninggal tanpa pernah tahu sejauh mana lagu itu akan menjelajah. Tetapi suaranya tak pernah berhenti menjelajah. Setiap kali seseorang mendengar “Over the Rainbow”, pagi buta itu pada 1988 dimulai lagi.

Israel Kamakawiwo’ole

Puede interesarte