Saat itu pukul 11:57 malam di Bangkok ketika korsleting pada pendingin udara, dekat panggung tempat sebuah band tampil secara langsung, memicu tragedi. Seorang musisi sempat melihat asap keluar dari panel listrik beberapa detik sebelum seluruh tempat itu, Rong Beer Na Lat Phrao, menjadi gelap.

Orang-orang berlari ke arah belakang, dekat kamar mandi, mencari jalan keluar yang tak pernah ada. Menurut Gubernur Chadchart Sittipunt, ada dua pintu keluar darurat, tetapi satu terhalang oleh kotak-kotak bir dan yang lainnya oleh sebuah meja. Sedikitnya 27 orang tewas dan 63 lainnya terluka, 22 di antaranya dalam kondisi kritis.

Penyanyi Sukanya Wongwongwai, yang mengetahui kebakaran itu saat tampil di dekat lokasi, menceritakan apa yang disampaikan para penyintas kepadanya. Listrik padam, asap menutupi segalanya, dan mereka tidak lagi dapat menemukan satu sama lain. Salah satu rekan satu bandnya meninggal, tiga orang dirawat di rumah sakit, dan satu orang masih hilang. Petugas pemadam kebakaran dari tiga pos membutuhkan 35 menit untuk mengendalikan api, sementara pihak berwenang terus berupaya mengidentifikasi para korban.

