Ia lahir di Melbourne, Australia, pada 4 Desember 1982, tanpa lengan atau kaki.

Diagnosisnya: sindrom tetra-amelia, kondisi yang sangat langka sehingga bahkan orang tuanya sendiri tidak tahu bagaimana menghadapinya.


Masa kanak-kanaknya sulit. Perundungan, keterasingan, kesedihan yang semakin mendalam.


Pada usia 10 tahun, ia mencoba mengakhiri hidupnya. Ia mengatakan bahwa yang menghentikannya adalah memikirkan rasa sakit yang akan ditimbulkannya bagi keluarganya.


Seiring waktu, ia belajar menulis, menggunakan komputer, berenang, berselancar, dan bercukur, dengan menggunakan satu-satunya kaki yang memiliki dua jari kaki.
Ia lulus dalam bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan, dan pada usia 17 tahun mulai berbicara di depan umum tentang iman dan ketangguhan.
Kini ia memimpin organisasi Life Without Limbs, telah menyampaikan pesannya ke lebih dari 70 negara, menikahi Kanae Miyahara pada 2012, dan bersama-sama mereka memiliki empat anak.
Anak yang dahulu tidak melihat alasan untuk hidup kini menjadi bukti bahwa keadaan tidak menentukan tujuan hidup siapa pun.
