Lahir tanpa lengan atau kaki, ia hidup dengan depresi yang nyaris merenggut nyawanya pada usia 10 tahun setelah menjadi korban perundungan, dan kini ia bepergian ke 70 negara untuk berbicara tentang harapan

Por Alexander López
19 August, 2026

Ia lahir di Melbourne, Australia, pada 4 Desember 1982, tanpa lengan atau kaki.

Diagnosisnya: sindrom tetra-amelia, kondisi yang sangat langka sehingga bahkan orang tuanya sendiri tidak tahu bagaimana menghadapinya.

Masa kanak-kanaknya sulit. Perundungan, keterasingan, kesedihan yang semakin mendalam.

Pada usia 10 tahun, ia mencoba mengakhiri hidupnya. Ia mengatakan bahwa yang menghentikannya adalah memikirkan rasa sakit yang akan ditimbulkannya bagi keluarganya.

Seiring waktu, ia belajar menulis, menggunakan komputer, berenang, berselancar, dan bercukur, dengan menggunakan satu-satunya kaki yang memiliki dua jari kaki.

Ia lulus dalam bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan, dan pada usia 17 tahun mulai berbicara di depan umum tentang iman dan ketangguhan.

Kini ia memimpin organisasi Life Without Limbs, telah menyampaikan pesannya ke lebih dari 70 negara, menikahi Kanae Miyahara pada 2012, dan bersama-sama mereka memiliki empat anak.

Anak yang dahulu tidak melihat alasan untuk hidup kini menjadi bukti bahwa keadaan tidak menentukan tujuan hidup siapa pun.

Puede interesarte