Ia terlahir tanpa satu pun belang, dan keberadaannya membahayakan dirinya serta kawanannya: kapan saja bisa menjadi hari terakhirnya

Por Javiera Müller
28 August, 2026
Frank Liu Photography / Facebook

Tira terlahir berbeda.

Pada 2019, di Cagar Alam Nasional Masai Mara, Kenya, seorang pemandu lokal bernama Anthony menemukannya di antara kawanan dan memberinya namanya sendiri. Ia tidak memiliki belang hitam-putih yang terbayang ketika memikirkan zebra. Bulu tubuhnya berwarna gelap, dihiasi bintik-bintik putih seolah-olah seseorang mengecatnya dengan pola polkadot. Fotografer Frank Liu memotretnya pada tahun yang sama, dan gambar-gambar itu menarik perhatian dunia.

Ahli biologi Brenda Larison dari University of California menjelaskan bahwa ini adalah kasus pseudomelanisme: kelainan genetik yang mengganggu mekanisme pembentukan belang tanpa sepenuhnya menghapus polanya. Kasus serupa pernah terlihat di Botswana, tetapi tetap sangat langka.

Hal yang paling mengharukan sekaligus paling rapuh dari Tira adalah bahwa corak warnanya yang unik membuatnya lebih terlihat oleh predator. Setiap fotonya adalah mukjizat kecil karena ia berhasil bertahan satu hari lagi di sabana. 🦓💛

Frank Liu Photography / Facebook

Puede interesarte