Zack Anglin lahir di Nigeria dengan perbedaan bawaan yang memengaruhi keempat anggota tubuhnya: ia tidak memiliki tangan maupun kaki. ✈️ Setelah diadopsi oleh sebuah keluarga Amerika, ia tumbuh besar di Wisconsin dan sejak kecil bercita-cita menjadi pilot. Jalannya tidak mudah: beberapa sekolah penerbangan menolaknya, dan ia harus mendapatkan izin khusus untuk menunjukkan kepada FAA bahwa ia dapat mengoperasikan pesawat dengan aman.

Pada 2019, ia memperoleh kualifikasi pilot dan kemudian juga menjadi instruktur, beralih dari berjuang mendapatkan kesempatan untuk terbang menjadi mengajar calon pilot. ❤️


Kisahnya terus mendapat pengakuan: pada Maret 2025, ia mendapat penghormatan di Aviation Week Network Laureate Awards di Washington, D.C., atas karier dan kontribusinya terhadap dunia penerbangan. Bertahun-tahun setelah begitu banyak pintu tertutup baginya, Zack terus membantu melatih generasi baru pilot.
