Lamine Yamal dan Pau Cubarsí berusia 19 tahun dan telah saling mengenal sejak kecil. Mereka berbagi lorong, sesi latihan, dan mimpi di La Masia, akademi Barcelona yang menyaksikan mereka tumbuh bersama, selangkah demi selangkah, hingga ke tim utama.


Pada Minggu, 19 Juli 2026, di East Rutherford, New Jersey, dua anak laki-laki yang belajar bermain sepak bola berdampingan itu akhirnya mengangkat Piala Dunia bersama Spanyol. Mereka mengalahkan Argentina 1-0 pada perpanjangan waktu, berkat gol Ferran Torres pada menit ke-106, dalam pertandingan ketika Enzo Fernández diusir keluar setelah melakukan pelanggaran terhadap Cubarsí.


Cubarsí memenangkan penghargaan Pemain Muda Terbaik turnamen. Di sisi lain lapangan, Lionel Messi bermain dalam Piala Dunia ke-34-nya, sebuah rekor bersejarah, dan tidak mampu mengakhiri kisahnya dengan trofi yang begitu gigih ia kejar. Spanyol pun menambah bintang keduanya dan catatan 38 pertandingan tanpa kekalahan. Sepak bola, terkadang, juga tentang meneruskan tongkat estafet.


