Final berakhir, Spanyol dinobatkan sebagai juara, dan kamera menangkap setiap detik perayaan. Saat itulah muncul klip yang membuat media sosial heboh: Lamine Yamal dikelilingi rekan-rekan setimnya, ponsel di tangan, sementara pacarnya mencoba mendekat untuk menyapanya. 📱⚽

Video itu terpotong tepat pada pertukaran pandangan yang tidak pernah berubah menjadi pelukan, dan itu sudah cukup bagi ribuan pengguna untuk menafsirkannya sebagai adanya jarak, sikap dingin, nyaris seperti kurangnya perhatian kepadanya pada momen yang seharusnya dibagikan bersama.

Kritik pun tidak lama muncul: sebagian berbicara tentang kesombongan, yang lain tentang ketidakdewasaan, dan tidak sedikit yang meminta lebih banyak konteks sebelum menghakimi. Apakah ia tidak menyadari momen itu, atau itu hanya kebetulan dalam video? Diskusi tetap terbuka di kalangan penggemar 🔥
