Seorang pria muda kehilangan gelar universitasnya di Indonesia setelah sebuah video yang direkam selama upacara wisudanya menjadi viral, di mana ia dengan bangga menunjukkan bagaimana ia menggunakan ChatGPT untuk lulus ujiannya.

Rekaman itu mulai beredar di media sosial pada awal Mei 2026 dan dengan cepat memicu perdebatan tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan. Menurut media lokal, universitas meninjau kasus tersebut dan memutuskan untuk mencabut pengakuan akademiknya setelah menyimpulkan bahwa ia telah melakukan kecurangan.

Meskipun beberapa pengguna membela penggunaan alat teknologi, yang lain mengkritik fakta bahwa mahasiswa itu bahkan secara terbuka membanggakan kecurangan tersebut, yang pada akhirnya membuatnya kehilangan gelarnya tepat setelah lulus.
