Joseph Merrick lahir di Inggris pada 1862 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya menghadapi tatapan serta penolakan dari orang-orang di sekitarnya. Kondisi langka menyebabkan tulang dan jaringan tubuhnya tumbuh secara tidak proporsional, terutama di kepala dan wajahnya.
Penampilannya membuatnya dipertontonkan dalam berbagai pertunjukan dengan julukan “Manusia Gajah”. Namun, di balik nama itu ada seorang pria yang sensitif dan cerdas, yang hanya ingin diperlakukan dengan bermartabat.

Ukuran dan berat kepalanya membuatnya tidak bisa tidur sambil berbaring. Setiap malam, ia harus beristirahat sambil duduk, dalam posisi yang tidak memberi terlalu banyak tekanan pada lehernya.
Pada 11 April 1890, saat usianya baru 27 tahun, ia ditemukan meninggal di tempat tidurnya, kali ini dalam posisi berbaring.
Dokternya, Frederick Treves, meyakini bahwa Merrick mencoba tidur seperti orang lain, tetapi berat kepalanya mungkin menyebabkan cedera leher yang serius.

Kematiannya dinyatakan akibat asfiksia, meskipun keadaan pastinya tidak pernah dapat dipastikan sepenuhnya.
Lebih dari satu abad kemudian, gambar tengkoraknya terus menunjukkan parahnya kondisi yang bahkan membuat beristirahat menjadi sebuah tantangan.
