“Aku sangat merindukan ayahku, tetapi aku sangat bersyukur masih bisa memeluknya”. Rumer Willis berbicara dengan kejujuran yang menyakitkan tentang bagaimana rasanya mendampingi Bruce Willis sejak ia didiagnosis menderita demensia frontotemporal dan belajar hidup dengan kenyataan yang mengubah hubungan yang ia kenal dengan ayahnya.
Aktris itu menjelaskan bahwa ada hari-hari ketika ia tak terelakkan merindukan sosok Bruce yang dulu: kepribadiannya, percakapannya, dan cara mereka dahulu berhubungan satu sama lain. Namun, ia juga berusaha untuk tidak terus terjebak hanya dalam kehilangan itu dan belajar menjalin hubungan dengannya sebagaimana adanya sekarang.
“Aku masih bisa memeluknya. Aku bisa menceritakan kisah-kisah kepadanya”, jelas Rumer, sembari juga berusaha memastikan bahwa putrinya, Louetta, dapat berbagi momen bersama kakeknya. Baginya, hal-hal kecil ini memiliki nilai yang luar biasa besar justru karena ia tahu hubungan mereka tak akan lagi bisa seperti sebelumnya.

Rumer mengakui bahwa ini adalah pengalaman yang sulit dijelaskan: ayahnya tetap berada di sisinya secara fisik, tetapi pada saat yang sama ada bagian-bagian dirinya yang sangat ia rindukan. Itulah sebabnya ia berusaha berfokus pada apa yang masih mereka miliki dan memanfaatkan sebaik-baiknya setiap momen yang bisa ia bagikan dengannya.
“Aku merindukan sosoknya yang dulu, tetapi aku mencintai sosoknya yang sekarang”. 💔Sebuah kalimat yang merangkum duka aneh karena merindukan seseorang yang masih bisa dipeluk.
