“Puma Eyes”: hari ketika sprinter Linford Christie mengenakan lensa kontak dengan logo merek itu dan membuat dunia atletik terhenti

Por Rodrigo Martínez
3 June, 2026

Pada 25 Juli 1996, dunia atletik terhenti ketika Linford Christie, juara Olimpiade nomor 100 meter di Barcelona 1992, melepas kacamata hitamnya dalam konferensi pers Puma dan memperlihatkan lensa kontak hitam dengan logo putih merek tersebut, “Puma Eyes” yang menjadi viral dan akhirnya dilarang oleh Komite Olimpiade Internasional untuk digunakan dalam kompetisi.

Ide itu, sebagaimana dikonfirmasi sendiri oleh Christie bertahun-tahun kemudian, berasal darinya dan agennya, dan Puma membuatnya sebagai bagian dari strategi iklan yang disruptif untuk bersaing dengan Reebok, yang telah menginvestasikan 40 million dollars dalam iklan di Olimpiade, dan hasilnya begitu mencolok sehingga gambar-gambarnya beredar ke seluruh dunia dan menjadi bahan pembicaraan selama berhari-hari.

Juru bicara Puma Dave Williams menjelaskan bahwa itu adalah langkah yang sangat berisiko tetapi sepadan karena publisitas seperti itu tidak bisa dibeli, dan Christie sekali lagi menunjukkan hasratnya terhadap inovasi, karena ia sudah memiliki preseden serupa pada tahun sebelumnya ketika ia berpose dengan tato logo Puma di dadanya, dan warisannya sebagai salah satu atlet paling kreatif dalam sejarah pun selamanya terpatri.

Puede interesarte