Seorang kreator konten di India memicu perdebatan setelah mengatakan bahwa ia menagih suaminya sekitar $10 setiap kali ia menyiapkan hidangan spesial ala kafetaria untuknya. Penjelasannya sederhana: memasak juga membutuhkan waktu, usaha, bahan-bahan, dan kreativitas.

Perempuan itu menjelaskan bahwa ini bukan soal menagih biaya untuk makanan sehari-hari keluarga, melainkan untuk hidangan yang lebih rumit yang diminta suaminya untuk dibuat seolah-olah ia berada di sebuah kafe. Menurut pandangannya, ketika suatu masakan membutuhkan lebih banyak pekerjaan daripada biasanya, masakan itu juga dapat memiliki nilai ekonomi dalam hubungan pasangan.
Reaksinya langsung muncul. Sebagian orang mendukungnya karena memberi harga pada pekerjaan rumah tangga yang sering dianggap remeh. Yang lain mengkritik gagasan itu dan mengatakan bahwa menagih biaya dalam pernikahan mengubah kasih sayang menjadi transaksi. Setidaknya di rumah itu, menu spesial sudah dilengkapi dengan label harga.
