Sofía Yosa selalu bermimpi untuk menjadi model.
Ketika sebuah merek pakaian ternama mengadakan kontes besar-besaran untuk memilih wajah resmi barunya, ia tidak ragu untuk mendaftar.


Karisma dan keasliannya memikat pengguna internet, menjadikannya salah satu kandidat dengan suara terbanyak dari publik. Namun, ketika keputusan akhir diambil, prasangka menang: perusahaan memutuskan untuk tidak menyertakannya. ❌


Yang tidak diperkirakan oleh merek tersebut adalah kemarahan media sosial. Ribuan pengguna menuntut penjelasan dan mengecam diskriminasi.


Tekanan yang begitu besar membuat perusahaan harus menarik kembali keputusannya, merekrutnya bukan hanya untuk kampanye tersebut, tetapi juga menjadikannya ikon fesyen inklusif di Amerika Latin. 👏✨

“Ketika kamu bertemu orang-orang tanpa prasangka, yang memilihmu apa adanya… rasanya indah”, Sofía merenung setelah mendobrak stereotip tradisional dan membuktikan bahwa kecantikan tidak mengikuti satu standar tertentu. ❤️


Menurutmu, apakah dunia mode sedang berubah, atau masih ada jalan panjang yang harus ditempuh?
