Daquan Minor berusia 16 tahun ketika kecelakaan lalu lintas mengubah hidupnya selamanya.

Cedera pada sumsum tulang belakangnya membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah. Selama berbulan-bulan menjalani rehabilitasi, satu hal terus melekat dalam ingatannya: cara para terapis fisik dan okupasi membantunya mendapatkan kembali setiap gerakan kecil. Saat itulah ia memutuskan bahwa suatu hari nanti ia akan melakukan hal yang sama untuk orang lain.

Pada Mei 2026, di usia 29 tahun, Daquan lulus dengan gelar Doktor Terapi Okupasi dari Texas Woman’s University di Amerika Serikat. Namun, apa yang terjadi di atas panggung tidak seperti upacara wisuda pada umumnya: dengan bantuan alat stimulasi listrik yang mengaktifkan saraf dan otot di kakinya, ia berdiri dan berjalan sejauh beberapa langkah untuk menerima ijazahnya. Tiga belas tahun setelah diberi tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa berjalan lagi, ia mengambil langkah-langkah itu di hadapan semua orang.

