Semuanya bermula dari sebuah pertanyaan sederhana yang diajukan seseorang di media sosial: mengapa Lizzo boleh mengunggah foto telanjang dan mendapat pujian, sementara Sydney Sweeney mendapat kritik karena melakukan hal yang sama?

Perbandingan itu menjadi bahan perbincangan dalam hitungan jam. Ribuan pengguna mulai membagikan tangkapan layar dari kedua unggahan tersebut, menunjukkan bahwa cara perempuan diperlakukan ketika mereka menunjukkan tubuhnya berubah tergantung pada siapa yang melakukannya. Bagi sebagian orang, perbedaannya terletak pada pesan pemberdayaan yang diwakili oleh masing-masing figur publik; bagi yang lain, ini hanyalah standar ganda yang disamarkan sebagai wacana progresif.

Kenyataannya, percakapan itu menyentuh titik yang sensitif: bagaimana masyarakat menilai tindakan yang sama secara berbeda tergantung pada siapa yang melakukannya. Apakah ini benar-benar tentang tubuh, atau tentang siapa yang diizinkan untuk menunjukkannya?

