Ada orang-orang yang hadir dalam masa kecil kita dan, bahkan setelah hampir empat dekade berlalu, kita sama sekali tidak melupakan mereka 🥹.
Ketika Pierre Dupont masih kecil, ia tinggal bersama keluarganya di Pantai Gading. Saat orang tuanya bekerja, Aisha menjadi jauh lebih dari sekadar perempuan yang bertugas merawatnya: ia memberinya makan, menemaninya ketika sakit, dan selalu hadir bersamanya dalam momen-momen kecil sehari-hari yang pada akhirnya membentuk masa kecilnya.

Seiring waktu, keluarga itu kembali ke Prancis dan Pierre kehilangan kontak dengannya. Namun, ia tidak pernah melupakan perempuan yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang itu, dan selama bertahun-tahun ia berusaha menemukannya. Butuh waktu 38 tahun hingga akhirnya ia berhasil menemukannya.
Pierre kemudian kembali ke Pantai Gading untuk menemuinya. Ketika mereka kembali berhadapan, air mata dan pelukan berubah menjadi kejutan lain: ia memberinya 10 juta franc CFA, sekitar 16 ribu dolar, dan juga mengatur pensiun bulanan agar Aisha memiliki penghasilan tetap.
Menurut apa yang kemudian ia sampaikan, Aisha berencana menggunakan sebagian uang itu untuk memperbaiki rumahnya dan membantu pendidikan cucu-cucunya.
Setelah 38 tahun, Pierre tidak kembali hanya untuk berterima kasih kepadanya. Ia ingin, dengan caranya sendiri, membalas semua tahun ketika Aisha-lah yang memastikan ia tidak pernah kekurangan apa pun 🥹.
