Ia berpenghasilan hingga US$15,000 sehari di OnlyFans, tetapi pekerjaan sang ibu membuat sebuah sekolah menutup pintunya bagi putrinya

Por Pablo Román
4 September, 2026

Lauryn “Pumpkin” Efird mulai mengunggah konten eksplisit di OnlyFans dan menemukan sumber penghasilan yang nyaris tak bisa ia abaikan: ia berhasil memperoleh hingga US$15,000 dalam satu hari dan mengatakan bahwa ia menghasilkan lebih dari US$500,000 selama bulan pertamanya.

Namun, keputusan itu kini menimbulkan konsekuensi tak terduga: putrinya yang berusia 8 tahun kehilangan tempatnya di sebuah sekolah swasta di Georgia.

Menurut Efird, ia telah menyelesaikan seluruh proses penerimaan agar Ella Grace bersekolah di sana. Ia membayar biaya yang diwajibkan, berbicara dengan staf beberapa kali, dan mengunjungi fasilitas sekolah. Namun, ia kemudian dipanggil untuk menghadiri pertemuan, di mana ia diberi tahu bahwa aktivitas ibunya di media sosial tidak sesuai dengan nilai-nilai institusi tersebut.

Yang paling membuat Pumpkin kesal bukan hanya penolakan itu, melainkan bahwa, menurut pengakuannya, tak seorang pun memperingatkannya selama proses tersebut bahwa pekerjaannya di OnlyFans bisa menjadi masalah.

“Ia pantas mendapatkan yang lebih baik”, tulis ibu muda itu, yang mengkritik kenyataan bahwa putrinya akhirnya duduk di luar kantor tanpa tahu mengapa ia tak bisa lagi masuk ke sekolah yang diharapkannya untuk dihadiri.

Setelah kejadian itu, ia memutuskan untuk mendidiknya di rumah.

Pumpkin juga membela pekerjaannya di depan publik. Ia mengatakan bahwa orang dewasa berhak menjalani kehidupan dewasa dan bahwa para ibu tidak seharusnya harus melepaskan pilihan pribadi mereka karena takut suatu hari anak lain mungkin menemukan konten mereka secara daring.

Ibunya sendiri, June “Mama June” Shannon, tampaknya tidak sepenuhnya setuju. Ketika ditanya tentang pekerjaan putrinya, ia hanya menjawab: “Tidak semua uang adalah uang yang baik”.

Kasus ini kini memicu perdebatan yang tidak nyaman: haruskah sekolah menilai profesi orang tua ketika memutuskan apakah akan menerima anak mereka? Atau adakah batasan yang seharusnya dipertimbangkan keluarga ketika keputusan mereka pada akhirnya dapat berdampak pada anak-anak?

Puede interesarte