Gambar-gambar itu dikirim melalui pesan pribadi kepada seorang spesialis dengan sebuah pertanyaan sederhana: Apa ini? Gambar-gambar itu menunjukkan kulit seseorang yang baru saja menjalani penghilangan rambut dengan laser, dipenuhi benjolan kecil berwarna merah dan meradang. Penjelasan yang paling mungkin memiliki nama: edema perifolikular.
Meski sekilas bisa tampak mengkhawatirkan, ini adalah salah satu reaksi paling umum setelah prosedur tersebut. Hal ini terjadi karena laser menargetkan melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut. Saat melanin memanas, panasnya tidak hanya terbatas pada rambut; panas itu juga merambat ke seluruh folikel, yaitu akar tempat setiap helai rambut tumbuh.
Akibatnya, jaringan di sekitar akar tersebut meradang, dan kulit menonjol membentuk benjolan-benjolan kecil berwarna merah. Itulah sebabnya ada detail penting yang membantu mengenalinya: benjolan-benjolan itu mengikuti pola sebaran rambut di area tersebut dengan tepat.

Dalam kebanyakan kasus, reaksi ini muncul tidak lama setelah sesi perawatan dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa jam atau beberapa hari. Mengompres area tersebut dengan dingin serta menghindari sinar matahari, panas yang intens, dan produk yang mengiritasi biasanya membantu menenangkan kulit. Namun, jika muncul lepuh, keropeng, nyeri hebat, atau bercak, atau jika peradangan tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit karena hal tersebut bisa jadi merupakan luka bakar atau komplikasi lain.
Spesialis tersebut juga menyampaikan pesan yang lebih luas daripada sekadar reaksi itu sendiri: penghilangan rambut tidak seharusnya dilakukan demi orang lain atau karena tekanan siapa pun. Seperti prosedur kosmetik lainnya, prosedur ini memiliki risiko, efek samping, dan kontraindikasi, sehingga keputusan tersebut harus selalu dibuat secara pribadi dan berdasarkan informasi yang memadai.
