Doña Carlota, perempuan Meksiko berusia 74 tahun yang kasusnya viral pada 2025, kembali berbicara setelah dibebaskan dari penjara dan melanjutkan proses hukumnya dalam tahanan rumah.

Perempuan itu dituduh terkait kematian dua pria dalam sebuah konfrontasi di sebuah rumah di Chalco, Negara Bagian Meksiko, yang menurut keluarganya telah diduduki secara ilegal. Pihak pembela berpendapat bahwa ia dan anak-anaknya bertindak untuk membela diri.
Setelah menghabiskan hampir setahun dalam tahanan, seorang hakim mengubah tindakan pencegahannya terutama karena usia dan kondisi kesehatannya, sehingga ia dapat melanjutkan proses hukum dari rumahnya. Keputusan itu tidak berarti ia telah dinyatakan tidak bersalah.

Saat keluar, Carlota mengatakan bahwa ia senang bisa kembali ke rumah dan berbicara terus terang saat merujuk pada apa yang terjadi:
“Saya melihatnya sebagai pembelaan diri”.
Beberapa hari kemudian, ketika didesak mengenai momen yang berakhir dengan dua orang tewas, ia merangkum posisinya dalam sebuah frasa yang kembali memicu perdebatan:
“Mereka atau saya”.

Sementara pihak pembelanya menyiapkan bukti untuk mencoba membuktikan pembelaan diri, anak-anaknya terus menghadapi proses hukum mereka sendiri dalam penahanan prapersidangan.
Kasus ini terus memecah pendapat: bagi sebagian orang, Doña Carlota mewakili seorang perempuan yang membela rumahnya ketika pihak berwenang tidak merespons; bagi yang lain, tidak ada yang membenarkan respons yang berakhir dengan hilangnya nyawa.
Dan kini sistem peradilan Meksiko harus menentukan di mana pembelaan diri berakhir dan keadilan main hakim sendiri dimulai.
