Yang tampak seperti perkelahian ternyata jauh lebih mengejutkan ketika para dokter menjelaskan betapa rapuhnya kehamilan tersebut.
Si kembar masih berada di dalam rahim ibu mereka, saat usia kehamilan baru empat bulan, ketika ayah mereka merekam pemeriksaan USG rutin di Yinchuan, Tiongkok. Di layar, mereka tampak saling mendorong dan melayangkan “pukulan-pukulan” kecil seolah-olah sedang bertinju.

Tao, ayah mereka, membagikan momen itu di Douyin dan bergurau bahwa ia tak pernah membayangkan putri-putrinya akan menjadi bintang internet sebelum dilahirkan. Video itu kemudian meraih jutaan reaksi dan komentar.
Namun, kemudian muncul adegan yang jauh lebih mengharukan: dalam pemeriksaan USG baru, kedua bayi itu tampak sedang berpelukan. “Mereka begitu mungil dan sudah tampak saling menjaga”, ujar ayah mereka dengan haru.
Selain itu, kehamilan tersebut bukanlah hal yang mudah. Kedua bayi itu merupakan kembar monokorionik-monoamnionik, artinya mereka berbagi kantung ketuban dan plasenta yang sama—suatu kondisi langka yang memerlukan pemantauan medis ketat karena risiko komplikasi.
Mereka akhirnya lahir dengan sehat melalui operasi sesar pada usia kehamilan 32 minggu. Orang tua mereka menjuluki mereka “Cherry” dan “Strawberry”, sesuai dengan dua buah favorit ibu mereka.
Maka, kedua bayi kembar yang sama-sama terkenal karena “berkelahi” sebelum dilahirkan itu akhirnya lahir dengan sehat, bersama-sama, dan membuat jutaan orang tak sabar ingin mengetahui kelanjutan kisah mereka.
