Mereka berjuang seumur hidup untuk hak-hak perempuan. Kini mereka membangun tempat untuk menua bersama: Uruguay akan memiliki rumah feminis pertama

Por Diego Aguirre
14 September, 2026

Clara Píriz hampir berusia 80 tahun. Cristina Grela juga. Mereka berdua menghabiskan hidup mereka untuk berjuang: demi hak untuk menentukan pilihan atas tubuh mereka sendiri, melawan kekerasan berbasis gender, dan demi kesetaraan. Kini mereka memperjuangkan hal yang berbeda: mereka tidak ingin menua sendirian, juga tidak ingin melakukannya di panti jompo.



Bersama sekelompok perempuan feminis di Uruguay, yang semuanya berusia di atas 60 tahun, mereka memelopori Mujeres con Historias, proyek perumahan feminis kolaboratif pertama di negara itu. Proyek ini akan berlokasi di Ciudad Vieja, Montevideo. Gagasannya sederhana sekaligus besar: setiap perempuan akan memiliki kamar tidur, kamar mandi, dan dapur kecil sendiri. Namun, mereka akan berbagi dapur komunitas, ruang acara, dan bahkan ruang olahraga yang terbuka bagi lingkungan sekitar.

Ini bukan panti jompo. Tak seorang pun di sana perlu dirawat. Mereka adalah perempuan mandiri dan aktif yang memutuskan untuk memilih dengan siapa dan bagaimana mereka menghabiskan tahun-tahun terakhir mereka, alih-alih membiarkan hidup memutuskannya untuk mereka.



Di dalam kolektif tersebut, Rita bertanggung jawab meneliti pengalaman serupa di negara-negara lain. Ia menemukan berbagai model di Eropa. Uruguay sudah memiliki contoh terdahulu, Carpe Diem, sebuah koperasi yang mulai dirintis tujuh tahun lalu dan berharap dibuka pada 2026.

Mujeres con Historias bermimpi melangkah lebih jauh: menjadi pusat kebudayaan bagi lingkungan sekitar, dan model kebijakan publik bagi sebuah benua yang menua semakin cepat.



Mereka berjuang untuk orang lain sepanjang hidup mereka. Kini, bata demi bata, mereka membangun tempat di mana tak seorang pun harus menua sendirian.

Puede interesarte