
Ben Affleck memegang ponselnya di satu tangan dan Oscar di tangan lainnya.
Malam 23 Maret 1998 itu berlangsung di Shrine Auditorium di Los Angeles. Beberapa menit sebelumnya, Jack Lemmon dan Walter Matthau telah membacakan nama Affleck dan nama Matt Damon sebagai pemenang Oscar untuk Skenario Asli Terbaik atas Good Will Hunting, film yang mereka berdua tulis bersama. Kini, di ruang pers, saat Damon masih menjawab pertanyaan para jurnalis, ponsel Affleck berdering. Itu adalah StarTAC, ponsel paling modern pada masanya. Dan tanpa melepaskan piala itu, ia menjawab.
Damon berusia 27 tahun. Affleck, 25 tahun. Mereka adalah dua sahabat dari Cambridge, Massachusetts, yang tumbuh besar dengan impian tentang Hollywood dan yang selama bertahun-tahun berusaha meniti jalan di industri yang tidak selalu menyediakan tempat bagi mereka. Ketika peran-peran tidak kunjung datang, mereka memutuskan untuk menulis kisah mereka sendiri: kisah Will Hunting, seorang jenius muda dari Boston yang pada akhirnya akan membawa mereka ke panggung paling penting dalam dunia perfilman.
Malam itu, setelah bertahun-tahun berusaha serta berbagi mimpi dan kesulitan, kedua sahabat itu akhirnya memegang penghargaan yang mereka menangkan bersama. Ibu mereka ada di sana untuk menyaksikannya. Namun, kedua sahabat itu sendiri tampaknya masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi.

Dan mungkin itulah yang membuat foto ini begitu istimewa. Foto itu tidak menampilkan pidato atau perayaan besar. Foto itu menampilkan sesuatu yang jauh lebih sederhana: dua anak muda, berusia 25 dan 27 tahun, berbicara melalui telepon sambil memegang Oscar yang baru saja mereka menangkan.

Mereka masih belum tahu bahwa patung Oscar itu akan menjadi awal karier yang akan menjadikan mereka dua nama paling dikenal di Hollywood. Namun, foto itu pun menjadi potret abadi malam tersebut: dua sahabat yang bertaruh pada sebuah film yang mereka tulis bersama dan baru saja menyadari bahwa taruhan mereka telah mengubah hidup mereka.
