Dokter mengatakan Rocky Dennis tak akan hidup sampai usia 7 tahun.
Ia lahir dengan displasia kraniodiafisis, penyakit tulang yang sangat langka dan menyebabkan tulang-tulang di tengkoraknya tumbuh secara abnormal serta, seiring waktu, memengaruhi penglihatan dan pendengarannya. Namun, Rocky tidak mengikuti jalan hidup yang diperkirakan orang-orang untuknya: ia hidup hingga usia 16 tahun dan berhasil membangun kehidupan yang jauh melampaui diagnosis tersebut.

Di sisinya ada ibunya, Florence “Rusty” Tullis, yang tak membiarkan penyakit itu menentukan apa yang dapat dilakukan putranya. Ia berjuang agar Rocky dapat bersekolah di sekolah umum, berteman, dan diperlakukan seperti remaja lainnya.

Rocky meninggal pada 4 Oktober 1978, tetapi kisahnya tidak berakhir di sana: tujuh tahun kemudian, kehidupannya menginspirasi Mask, film yang memperkenalkan kisahnya kepada jutaan orang. ❤️

Film tersebut mengubah beberapa fakta dalam hidupnya, tetapi tetap mempertahankan gagasan yang menjadi inti kisahnya: seorang anak laki-laki yang diberi tahu berapa lama ia bisa hidup akhirnya menunjukkan betapa banyak yang bisa ia lakukan dengan waktu itu.
