Ketika Kris dan Paul mengatakan bahwa mereka ingin menikah, beberapa orang meragukan bahwa dua orang dengan sindrom Down dapat membangun pernikahan yang langgeng. Pada akhirnya, mereka menjawabnya dengan cara terbaik: dengan menjalani 25 tahun hidup bersama ❤️
Mereka bertemu pada tahun 80-an, dan seiring waktu persahabatan mereka berubah menjadi cinta. Mereka akhirnya menikah pada 1993, dikelilingi keluarga dan teman-teman.
Hubungan mereka menantang banyak prasangka yang ada tentang orang-orang dengan disabilitas intelektual, terutama anggapan bahwa mereka tidak dapat jatuh cinta, mengambil keputusan tentang kehidupan romantis mereka, atau mempertahankan hubungan jangka panjang. Sebaliknya, Kris dan Paul membangun rutinitas mereka sendiri, berbagi rumah, dan selama puluhan tahun menikmati apa yang telah mereka pilih: hidup bersama.

Selama bertahun-tahun, tantangan yang jauh lebih sulit datang. Paul mengalami Alzheimer onset dini dan harus menerima perawatan khusus. Kris terus mengunjunginya dan menemaninya, dan keluarganya mengatakan bahwa bahkan ketika penyakit itu telah berkembang, Paul tampak mengenali kehadiran istrinya.
Paul meninggal pada 2019, setelah 25 tahun menikah. Kris hidup lima tahun lagi dan meninggal pada 2024, tetapi kisah mereka tetap menjadi jawaban sederhana bagi mereka yang dahulu mengira bahwa mereka seharusnya tidak menikah.
Mereka diberi tahu bahwa pernikahan mereka bukanlah ide yang baik. Mereka tidak perlu meyakinkan siapa pun dengan kata-kata: mereka memiliki 25 tahun untuk menunjukkan betapa kelirunya orang-orang itu. ❤️
