
Mauricio C., seorang arsitek berusia 54 tahun dari Rosario, menikah dan ayah dari tiga anak, mendarat di Bandara Rosario pada dini hari 10 Mei dengan dikawal oleh Polisi Keamanan Bandara. Seluruh keluarganya menunggunya di terminal. 😳
Semua bermula selama penerbangan Copa Airlines dari Panama, ketika seorang gadis yang bepergian bersama neneknya melihat gerakan mencurigakan di bawah beberapa selimut di kursi 1F dan 1E di kabin kelas bisnis. Sang nenek memberi tahu pramugari, yang kemudian mendapati Mauricio dan Sandra O., 59, dalam situasi yang lebih dari jelas. Pilot memberi tahu pihak berwenang dan, saat mendarat pada pukul 00:12 hs, polisi langsung naik ke pesawat. Yang membuat kisah ini semakin brutal: sementara semua ini terjadi, Mauricio menelepon istrinya untuk memberi tahu bahwa keterlambatan turun dari pesawat adalah “masalah yang melibatkan semua penumpang”. Istrinya menunggunya di luar. Ia melihatnya turun bersama para petugas. 💀
Keduanya dibawa ke Kantor Polisi No. 12 dan kemudian dibebaskan, meskipun mereka diberi tahu mengenai dugaan tindak pidana pamer aurat. Sandra, di pihaknya, membantah semua tanggung jawab dan —menurut laporan— justru mengambil inisiatif untuk menunjukkan Mauricio kepada pihak berwenang. Kasus itu dialihkan ke Unit Khusus Rosario untuk Kejahatan terhadap Integritas Seksual, dan status hukumnya masih belum ditentukan pada saat artikel ini ditutup. 🚨
