Namanya Stefani Germanotta, dan dia belajar menyanyi serta bermain piano di Tisch School of the Arts, New York.
Beberapa teman sekelas menganggapnya sombong. Bahwa mimpinya terlalu tinggi. Bahwa seorang perempuan yang bernyanyi di bar-bar kecil Manhattan tidak berhak menganggap dirinya seorang bintang.

Jadi mereka membuat sebuah grup Facebook. Mereka memberinya nama yang lugas: “Stefani Germanotta, kamu tidak akan pernah terkenal”. Di dalamnya, mereka mengunggah foto dan video yang mengejek dirinya, pakaiannya, dan ambisinya.

Grup itu hanya memiliki dua belas anggota. Dua belas orang sudah cukup untuk berusaha meyakinkan seorang perempuan muda bahwa mimpinya itu konyol.
Tak lama kemudian, Stefani meninggalkan universitas untuk mendedikasikan dirinya pada musik. Sisanya telah diketahui oleh separuh dunia: Lady Gaga, sebuah Oscar, beberapa Grammy, sebuah Golden Globe, dan sebuah BAFTA.

Pada 2024, tangkapan layar itu mulai beredar lagi, kali ini di TikTok, bersama daftar lengkap penghargaan yang diraihnya. Dia melihatnya dan menanggapi tanpa dendam: “Inilah alasan kamu tidak boleh menyerah ketika orang-orang meragukanmu atau merendahkanmu. Kamu harus terus melangkah”.

Dia tidak perlu membalas dengan hinaan. Dia cukup terus menjalani hidupnya.
Dua belas orang berusaha menghapus mimpinya. Pada akhirnya, seluruh dunia mengetahui namanya.

