

Seorang wanita tertangkap di Kenya saat sedang berusaha menyingkirkan bayinya sendiri yang baru lahir, meninggalkannya di antara semak-semak seolah-olah bayi itu adalah sampah. Sang ibu ditemani oleh saudara laki-lakinya, yang berusaha membelanya dengan mengatakan bahwa wanita itu meneleponnya sambil menangis karena “hidup telah menjadi sangat sulit”.
Sejauh ini, belum ada detail lebih lanjut yang dikonfirmasi mengenai identitas sang ibu atau saudara laki-lakinya, maupun apa yang terjadi pada bayi tersebut setelahnya. Namun, orang-orang di sekitar memastikan wanita itu memahami bahwa meninggalkan anaknya seperti itu bukanlah pilihan, dan bahwa jika ia tidak ingin merawatnya, setidaknya ia harus menyerahkannya kepada polisi. Mereka juga memukul pria itu beberapa kali sebagai bentuk ketidaksetujuan atas semua yang telah terjadi.
Adegan itu tetap terpatri dalam ingatan kolektif sebagai pengingat brutal bahwa, bagi banyak perempuan dalam situasi putus asa, penelantaran menjadi jalan keluar yang paling kejam.
