Uddeshya Sachan baru berusia beberapa tahun ketika seorang kepala sekolah memintanya untuk tidak kembali lagi.

Keluarganya di Kanpur, India, tidak punya cara untuk membayar biaya sekolah. Ayahnya bekerja sebagai penjahit, ibunya mengurus rumah, dan memang tidak ada cukup uang baginya untuk terus duduk di ruang kelas. “Mereka mengeluarkanku dari sekolah karena ayahku tidak punya uang untuk membayar biaya sekolah”, ujar Sachan kepada The Better India bertahun-tahun kemudian. Tidak ada drama atau pengecualian: hanya pintu tertutup dari sebuah tempat yang seharusnya dapat dimasuki setiap anak.

Pengusiran itu tidak membuatnya terpuruk; justru hal itu membentuk dirinya. Pada 2019, ia mendirikan Gurukulam-Khushiyon Wala School, sebuah proyek yang dirancang untuk memastikan tidak ada anak yang tersisih karena tidak mampu membayar. Namun, Sachan tidak berhenti sekadar membuka pintu: ia memutuskan bahwa sekolahnya akan mengajarkan dua hal yang jarang diajarkan bersamaan—keberhasilan akademis dan kebahagiaan. Anak yang pernah diberi tahu bahwa dirinya tidak seharusnya berada di sana itu akhirnya membangun tempat di mana semua orang diterima.

