Virginia, 1724. Seorang anak laki-laki Afrika, baru berusia 14 tahun, tiba dalam belenggu di sebuah benua yang bahasanya tidak ia pahami. Tak seorang pun mengajarinya angka, tak seorang pun mengajarinya huruf. Tak seorang pun mengharapkan apa pun darinya selain bekerja.
Namun di dalam pikiran yang dipilih dunia untuk diabaikan itu, hidup sesuatu yang luar biasa. Thomas Fuller, tanpa pernah tahu cara membaca atau menulis, akhirnya menjadi ‘Kalkulator Virginia,’ seorang pria yang mampu menyelesaikan dalam hitungan detik perhitungan yang kini akan Anda lakukan dengan kalkulator.
Pada usia 80 tahun, dua abolisionis ingin melihatnya sendiri. Mereka bertanya kepadanya berapa detik dalam satu setengah tahun. Ia langsung menjawab: 47.304.000. Benar. Lalu mereka mengajukan sesuatu yang bahkan lebih sulit, tentang usia hidup tepat seorang pria berusia 70 tahun. Ia bukan hanya menjawab dengan benar: ia mengoreksi perhitungannya sendiri ketika teringat tahun kabisat.
Ia meninggal pada 1790 tanpa pernah menulis satu huruf pun. Namun kisahnya menjadi bukti hidup bahwa bakat tidak menanyakan dari mana Anda berasal. 🧠
