Marco menunggu pertolongan di samping pagar.
Pada musim semi 2019, para sukarelawan dari Stray Rescue of St. Louis menemukannya dalam keadaan terluka, wajahnya begitu bengkak hingga hampir tak bisa dikenali, kemungkinan karena ia digunakan dalam adu anjing ilegal. Di rumah sakit organisasi itu, mereka mengetahui bahwa ia mengalami sepsis dan membutuhkan antibiotik, cairan infus, serta perawatan intensif selama berbulan-bulan. Meski kesakitan, ia terus mencari kasih sayang; tim itu merangkum keterkejutan mereka dengan mengatakan: ia masih memercayai manusia.


Setelah kondisinya membaik, Marco pindah ke rumah keluarga asuh. Katie, pengasuhnya, jatuh cinta kepadanya dan mengadopsinya. Kini, ia tidur dengan nyaman, bermain bersama keluarganya, bahkan mencuri selimut sebelum tidur. Anjing yang datang dengan tubuh penuh luka itu menemukan rumah tempat ia bisa beristirahat, disayangi, dan kembali menikmati setiap hari.


