Ia direkam sedang menangis untuk TikTok, dan foto di balik layar yang diduga memicu perdebatan: sejauh apa mereka akan melangkah demi tayangan?

Por Pablo Román
20 August, 2026

Seorang influencer TikTok yang diidentifikasi sebagai Kenya_May menjadi pusat diskusi di media sosial setelah mengunggah video yang menampilkan dirinya seolah-olah menangis tersedu-sedu di depan kamera.

Mengenai klip tersebut, ia menulis: “Di era ‘Aku tidak baik-baik saja, tetapi aku harus baik-baik saja karena aku seorang ibu dan tidak ada pilihan lain selain baik-baik saja’”.

Video tersebut menarik perhatian karena emosi influencer itu yang terlihat jelas, tetapi kontroversi mencuat ketika sebuah foto mulai beredar yang diduga menunjukkan persiapan di balik layar untuk perekaman.

Foto itu memperlihatkan sebuah ponsel yang diletakkan di atas tripod, lampu cincin, serta seluruh perlengkapan yang tampaknya telah disiapkan untuk merekam video tersebut.

Foto tersebut disertai keterangan ironis: “POV: kamu pulang ke rumah dan istrimu sedang merekam salah satu video ‘menangis di depan ponsel’ miliknya lagi”.

Hal itu cukup untuk memicu perdebatan tentang para influencer yang merekam momen kesedihan, tangisan, atau kerentanan untuk mengubahnya menjadi konten.

Sebagian pengguna mempertanyakan apakah emosi yang begitu intim dapat dijadikan sebuah produksi demi mendapatkan tayangan, sementara yang lain membela bahwa seseorang dapat memilih untuk merekam diri sendiri dan membagikan apa yang mereka rasakan tanpa berarti air mata mereka palsu.

Selain itu, belum dikonfirmasi bahwa foto yang diduga merupakan foto di balik layar itu benar-benar menampilkan Kenya_May atau bahwa foto tersebut menunjukkan bagaimana videonya direkam.

Di luar kasus ini, diskusi tersebut menimbulkan pertanyaan yang semakin umum di media sosial:

Ketika sebuah emosi menjadi konten, apakah ia tetap menjadi sesuatu yang bersifat pribadi, atau dapatkah ia juga menjadi strategi untuk mendapatkan tayangan?

Puede interesarte