Mickey Rourke adalah salah satu pujaan hati terbesar Hollywood pada era 1980-an, tetapi di balik ketenaran dan citranya sebagai pria tangguh terdapat masa kecil yang diwarnai kekerasan dan ketakutan.
Bintang Nine 1/2 Weeks itu mengungkap bahwa ayah tirinya terus-menerus memukulinya dan juga menganiaya ibunya, pengalaman yang meninggalkan luka emosional mendalam.

“Ayah tiriku memukul kepalaku hanya karena dia memang ingin melakukannya”, kenang sang aktor saat berbicara tentang tahun-tahun itu.
Rourke mengakui bahwa rasa takut itu tidak pernah benar-benar hilang. Bahkan setelah menjadi bintang film, ia terus menghadapi dampak psikologis dari kekerasan yang dialaminya semasa kecil.
“Ketakutan membuatku tidak bisa tidur”, katanya, menggambarkan bagaimana kenangan itu terus memengaruhinya.
Semasa muda, ia menemukan pelarian dalam tinju, sebuah disiplin yang memungkinkannya menyalurkan sebagian rasa sakitnya, tetapi bertahun-tahun kemudian juga menyebabkan cedera fisik serius.

Pemukulan, operasi rekonstruksi, dan perjuangan pribadi pada akhirnya membentuk kehidupan dewasanya.
Di balik aktor yang menaklukkan Hollywood itu ada seorang anak laki-laki yang tumbuh dalam ketakutan dan, beberapa dekade kemudian, masih berusaha mengatasi luka masa lalunya.
