“Itu adalah salah satu perasaan terbaik yang pernah saya rasakan. Saya tidak menonton pertandingan City. Saya berada di rumah, di taman. Tiba-tiba, putra sulung saya membuka pintu dan, sambil menangis, berkata kepada saya: ‘Kita juara, Ayah'”, kata Mikel Arteta.

Dengan cara inilah pelatih asal Spanyol itu mengetahui bahwa ia menjadi juara Premier League bersama Arsenal, klub yang ia cintai, sebuah gelar yang ia kejar sebagai pemain dan pelatih.

Waktu dalam hidup selalu tepat dan, bagi Arteta, trofi yang telah lama dinantikan bersama Arsenal datang pada saat yang sempurna, melalui putra sulungnya.
