Sebuah merek Kolombia dipertanyakan di media sosial setelah tangkapan layar sebuah unggahan mulai beredar, yang diduga menggunakan gempa bumi yang melanda negara tersebut sebagai bagian dari iklan.
Merek yang dimaksud adalah Dolce D’Amore, yang menjual piyama dan pakaian tidur.

Gambar yang beredar memperlihatkan dua perempuan: satu mewakili, menurut iklan tersebut, cara berpakaian yang “jelek”, sementara yang lain tampak mengenakan produk merek itu dan ditampilkan sebagai alternatif yang “cantik”.
Pesan yang menyertai unggahan tersebut merujuk pada “pentingnya tidur dengan cantik”, sesuatu yang memicu kemarahan pengguna yang menganggap sangat tidak pantas menggunakan tragedi sebesar ini untuk mempromosikan produk.
“Bagaimana mereka bisa mengubah situasi yang begitu sensitif menjadi pemasaran?”, tanya seseorang.
Komentar lain merangkum perasaan banyak pengguna: “Ada apa dengan kalian? Punya sedikit empati, demi Tuhan!”.
Unggahan TikTok asli sudah dihapus, tetapi tangkapan layarnya terus beredar, dan pengguna membagikannya di kolom komentar pada unggahan lain yang terkait dengan tragedi tersebut.
Kontroversi ini kembali membuka diskusi yang muncul setiap kali terjadi bencana: sejauh mana merek dapat memanfaatkan topik viral?
Bagi banyak orang, ada saat-saat ketika mencoba menjual sesuatu memang tidak pantas.
Dan gempa bumi yang telah menyebabkan sejumlah besar korban serta keluarga terdampak tampaknya, bagi mereka, merupakan salah satu batas tersebut.
