Moisés Ponce Mendoza mengalami sakit kepala hebat, dipulangkan dari rumah sakit, dan meninggal beberapa hari kemudian dengan otaknya hancur akibat ameba

Por Alexander López
2 September, 2026

Semuanya bermula dengan sakit kepala…😢

Moisés Ponce Mendoza, seorang remaja dari North Carolina, Amerika Serikat, tiba di rumah sakit Burlington pada Jumat malam dengan satu-satunya gejala tersebut.

Seorang dokter memeriksanya, memberi tahu keluarganya bahwa mereka boleh pulang, dan tidak ada yang menyangka bahwa infeksi mematikan sudah menyebar di dalam tengkoraknya.

Keesokan paginya, ibunya harus meninggalkan pekerjaan dan bergegas membawanya ke rumah sakit University of North Carolina pada pukul 7 pagi.

Saat itulah diagnosis yang mengubah segalanya datang: Naegleria fowleri, ameba yang dikenal sebagai “ameba pemakan otak”, telah masuk melalui hidungnya —kemungkinan saat berenang di air tawar— dan mulai menghancurkan jaringan otaknya, menyebabkan peradangan parah dan infeksi.

Moisés mengalami koma ketika para dokter berusaha menghentikan kerusakan yang sudah tidak dapat dipulihkan. Ia kalah dalam perjuangan itu pada Senin, 1 Agustus.

Kurang dari sepuluh orang per tahun tertular infeksi ini di Amerika Serikat, dan sebagian besar tidak bertahan hidup lebih dari lima hari setelah gejala pertama muncul.

Ibunya, Mónica Mendoza, menggambarkan putranya sebagai seorang pemuda “yang penuh semangat hidup” 💔🕊️

Puede interesarte