Nelayan menyelamatkan buaya yang terluka akibat tembakan di matanya: Hewan itu kembali untuk mengajaknya berenang bersamanya, dan mereka menjadi sahabat terbaik selama lebih dari 20 tahun

Por Krishna Medina
28 August, 2026

Gilberto Shedden, seorang nelayan Kosta Rika yang lebih dikenal sebagai “Chito”, yang bermain dengan buaya seberat 445 kilogram dan bahkan memasukkan kepalanya ke dalam rahang buaya itu.

Namun, bagaimana mungkin dia bermain dengan hewan sebesar itu tanpa hewan tersebut menyakitinya?

Chito menemukan buaya itu pada 1989, ketika usianya masih sangat muda, terbaring di tepi Sungai Parismina, di Limón, dengan luka tembak pada mata kirinya. Seorang peternak menembaknya karena buaya itu memakan anak-anak sapinya; Chito menaikkannya ke perahunya, berpikir bahwa ia bisa memanfaatkan kulitnya, tetapi buaya itu tidak mati.

Sang nelayan, alih-alih merasa ketakutan, merasakan begitu besar belas kasih terhadap hewan itu sehingga ia merawat dan memberinya makan setiap malam, diam-diam, tanpa memberi tahu siapa pun ke mana ia pergi. Seiring waktu, ia memberinya nama: Pocho.

Suatu malam, hewan itu menatapnya, seolah-olah mengundangnya. Chito masuk ke dalam air dan berenang bersama buaya yang panjangnya hampir lima meter itu seolah-olah buaya tersebut adalah teman seumur hidupnya.

Sejak saat itu, mereka menjadi sahabat terbaik, dan sang nelayan menjadi satu-satunya orang yang diketahui di dunia yang berhasil “menjinakkan” seekor buaya.

Banyak orang menganggapnya gila karena menghabiskan waktunya bersama hewan sebesar itu; istrinya bahkan meninggalkannya karena takut, tetapi Chito tahu bahwa ia melakukan hal yang benar. Pocho dan dia memiliki ikatan yang tak terpatahkan.

Pada Juli 2000, sebuah stasiun televisi merekam mereka bersama, dan kisah itu menyebar ke seluruh dunia. Setiap hari Minggu, di sebuah danau kecil di Finca Las Tilapias, Pocho” akan berguling telentang, mengangkat ekornya, dan membiarkan Chito memasukkan seluruh kepalanya ke dalam mulutnya. Mereka telah menjadi sahabat terbaik.

11 tahun kemudian, Pocho meninggal karena sebab alami, saat usianya hampir 60 tahun. Minggu berikutnya, sang nelayan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukannya untuk siapa pun: mereka mengangkat tubuhnya”, katanya. “Selalu ada orang yang, tanpa mengenal Pocho, mendapatkan sesuatu yang luar biasa darinya”.

Puede interesarte