Nenek berusia 46 tahun telah mengalami vitiligo sejak usia 25 tahun dan mengatakan orang-orang asing menatapnya “seolah-olah dia adalah seekor hewan”

Por Carlos Valencia
3 September, 2026

Iomikoe Johnson berusia 25 tahun ketika ia menyadari adanya dua bercak putih sebesar kacang polong di kulitnya.

Dia tinggal di Texas, adalah seorang perempuan kulit hitam, dan tidak memahami apa yang sedang terjadi padanya. Ia mengira itu kanker. Para dokter memberinya diagnosis yang berbeda: vitiligo, penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang secara bertahap akan menghilangkan pigmen dari tubuhnya. Kini, pada usia 46 tahun, lebih dari 70% kulitnya berwarna putih. Namun, perjalanan untuk menerimanya nyaris menghancurkannya saat ia menyaksikan warna kulit yang telah menyertainya sepanjang hidupnya menghilang tanpa penjelasan.

Hal yang paling menyakitkan tidak datang dari orang-orang asing, meskipun mereka juga ada: orang-orang yang menatapnya di jalan, para troll yang membandingkannya dengan sapi atau anjing Dalmatian. Yang paling membebaninya adalah komentar dari komunitas kulit hitamnya sendiri, yang menuduhnya sengaja memutihkan kulit. “Sebagai orang kulit hitam, mereka seharusnya tahu seperti apa rasanya didiskriminasi”, jawabnya. Kini ia menjadi model dan mengulangi sesuatu yang dipelajarinya dengan cara yang sulit: tidak ada orang lain di dunia yang terlihat seperti dirinya.

Puede interesarte