Mui Thomas lahir di Hong Kong pada 1992, dan orang tuanya menelantarkannya pada hari yang sama.
Ia mengidap iktiosis harlequin, kondisi genetik yang sangat langka yang menyebabkan tubuhnya tertutup plak tebal yang pecah-pecah dan membuatnya lebih sulit bernapas serta melawan infeksi. Pada saat itu, kondisi ini dianggap hampir selalu berakibat fatal: para dokter yakin ia tidak akan bertahan hidup hingga masa kanak-kanak, dan hampir tidak ada orang dengan kondisi ini yang hidup hingga dewasa.

Saat usianya sekitar 18 bulan, Rog dan Tina Thomas bertemu dengannya sebagai relawan dalam program pengasuhan anak asuh. Mereka bahkan belum terpikir untuk mengadopsi: mereka berencana pindah ke Australia.

Namun, Tina mulai mengunjunginya di rumah sakit, dan Mui, yang hampir tidak memercayai siapa pun, menangis setiap kali Tina pergi. Lebih dari enam bulan berlalu sebelum Mui bisa tinggal bersama mereka. Mereka diperingatkan bahwa anak itu mungkin meninggal, tetapi mereka tetap bertahan. Tina bahkan tidur di lantai di samping tempat tidurnya setiap kali ia dirawat di rumah sakit.

Kini, di usia 33 tahun, Mui adalah instruktur yoga dan wasit rugby pertama yang diketahui mengidap iktiosis harlequin. Ia mengalami perundungan saat remaja, dan luka itu berubah menjadi sebuah misi: keluarganya membuat “The Girl Behind The Face” untuk melawan prasangka.

Ada orang yang datang untuk menjadi relawan selama beberapa minggu, lalu akhirnya menjadi keluarga seumur hidup. ❤️

