Orang yang menikmati kesendirian cenderung membangun hubungan yang lebih setia dan stabil

Por Josefina Reyes
6 July, 2026

Sebagian orang membutuhkan teman sepanjang waktu agar merasa baik. Dan sebagian lagi menikmati keheningan mereka sendiri, sore-sore mereka saat sendirian, ritme mereka sendiri. Psikologi menemukan bahwa kelompok kedua ini biasanya memiliki sesuatu yang berbeda dalam hubungan romantis mereka: lebih banyak kesetiaan dan lebih banyak kestabilan.

Penjelasannya bukan romantis, melainkan praktis. Seseorang yang nyaman sendirian memilih pasangannya, mereka tidak menjadikannya sebagai tameng terhadap kesepian. Itu mengubah segalanya: kontrol diri yang lebih besar muncul, impulsivitas yang lebih sedikit, batasan yang lebih jelas, dan ikatan yang terasa tulus alih-alih sekadar diperlukan. Mereka juga cenderung memprioritaskan kualitas daripada kuantitas, membangun hubungan yang kokoh yang mampu bertahan seiring berlalunya waktu alih-alih mengumpulkan ikatan yang dangkal.

Meski begitu, menikmati kesendirian tidak sama dengan mengisolasi diri. Kuncinya terletak pada kemampuan untuk merasa baik dengan diri sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada orang lain untuk merasa utuh. Otonomi emosional, menurut penelitian ini, bisa jadi merupakan unsur diam-diam di balik hubungan yang lebih sadar dan setia.

Puede interesarte