Oscar Saxelby-Lee baru berusia 5 tahun ketika leukemia memberinya batas waktu.

Sekolahnya di Worcester, Inggris, tidak tinggal diam. Sekolah itu mengadakan kampanye pendaftaran donor, dan sesuatu terjadi yang tidak diduga siapa pun. Hampir 5,000 orang (tepatnya 4,855) mengantre di tengah hujan, bersedia mendonorkan sumsum tulang mereka kepada seorang anak yang bahkan tidak mereka kenal. Organisasi DKMS mengonfirmasinya: mereka belum pernah melihat begitu banyak orang berkumpul untuk satu tujuan dalam satu hari.

Mereka menemukan donor yang cocok, dan Oscar menerima transplantasinya pada Mei 2019. Untuk sementara waktu, semuanya menunjukkan bahwa ia telah memenangkan perjuangan. Namun leukemia itu kembali beberapa bulan kemudian, dan kali ini jawabannya berada lebih dari 10,000 kilometer jauhnya, di sebuah rumah sakit di Singapura. Kerabat, tetangga, dan orang-orang asing kembali bersatu dan mengumpulkan hampir 500,000 pound untuk membayar pengobatan sel CAR-T eksperimental. Pada Januari 2020, dokter tidak lagi dapat menemukan jejak kanker apa pun di tubuhnya. Oscar pulang pada tahun yang sama, menjadi bukti nyata tentang apa yang dapat dicapai oleh sebuah komunitas yang bertekad untuk tidak menyerah.

