Pamela Cisneros: kisah perempuan di balik serangan yang menewaskan seorang korban di Times Square

Por Pablo Román
3 September, 2026

Pamela Cisneros berusia 49 tahun, merupakan ibu dari tiga anak, pernah mempelajari psikologi, dan bekerja untuk sebuah firma hukum di New York. Bagi orang-orang yang mengenalnya, tak satu pun dari semua itu tampak sesuai dengan peristiwa yang melibatkannya pada 31 Agustus di tengah Times Square.

Hari itu, Cisneros menyerang dua orang yang tampaknya dipilih secara acak dengan pisau. Pertama, ia melukai seorang pria berusia 68 tahun dan, sekitar 20 detik kemudian, menikam Erin Piacenti, seorang eksekutif Bank of America berusia 32 tahun yang baru kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Piacenti meninggal di rumah sakit.

Setelah itu, Cisneros menghadapi polisi sambil membawa dua pisau. Para petugas berulang kali memerintahkannya untuk menjatuhkan pisau-pisau itu dan menggunakan senjata kejut, tetapi mereka tidak mampu menghentikannya. Ketika ia maju ke arah mereka sambil membawa senjata tersebut, dua petugas melepaskan tembakan. Cisneros kemudian meninggal di rumah sakit.

Kini, detail-detail kehidupannya mulai terungkap, membuat apa yang terjadi semakin membingungkan.

Keluarganya mengatakan bahwa ia telah menghabiskan sekitar 12 tahun bergelut dengan masalah kesehatan mental. Saudaranya menggambarkan perkembangan dari depresi pascapersalinan hingga kemungkinan diagnosis gangguan bipolar, sementara polisi mengonfirmasi bahwa Cisneros memiliki riwayat krisis kesehatan mental yang tercatat.

Ayahnya mengatakan bahwa selama bertahun-tahun ia menemaninya ke janji temu medis dan bahwa putrinya menerima perawatan melalui suntikan bulanan. Ia yakin putrinya akhirnya sudah stabil. Namun, beberapa bulan sebelum serangan itu, ia mulai menolak bantuan ayahnya untuk pergi ke janji temu.

Bahkan orang-orang yang mengenalnya menggambarkan dirinya sebagai perempuan yang tenang dan sopan, sangat berbeda dari sosok yang terlihat dalam video-video di Times Square.

Keluarganya masih berusaha memahami apa yang terjadi.

Dan seiring penyelidikan berlanjut, kisah Pamela Cisneros menyisakan pertanyaan sulit: apa yang terjadi dalam bulan-bulan terakhir sehingga seorang perempuan yang tampaknya mulai kembali mengendalikan hidupnya akhirnya berada di pusat tragedi di salah satu tempat tersibuk di New York?

Puede interesarte